Cafe Padang Tujuh digrebek Satpol Pp, Diduga Pemandu Cafe Masih SLTA.

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Grebek cafe Padang Tujuh kembali gaduh. Warga resah, Satpol PP turun, polisi ikut meredam kericuhan, bahkan muncul dugaan ancaman senjata tajam oleh pemilik cafe diantara pemandu masih sekolah SLTA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Pasaman Barat – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat melakukan penggerebekan terhadap sebuah kafe di Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman, Jumat dini hari (22/5/2026). Tindakan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah atas aktivitas di lokasi tersebut.

 

 

Menindaklanjuti pengaduan, Satpol PP segera mengerahkan seluruh personel piket untuk turun ke lapangan. Namun, situasi di lokasi sempat tidak kondusif akibat antusiasme warga yang memuncak. Kondisi semakin memanas ketika pemilik kafe diduga melakukan pengancaman terhadap masyarakat dengan menggunakan sebilah parang.

 

 

Kasat Pol PP Pasaman Barat, Handoko, menegaskan bahwa pihaknya bertindak sesuai prosedur penegakan perda dan menjaga ketertiban umum. Ia menyebut koordinasi dengan kepolisian dilakukan segera setelah situasi tidak terkendali. “Kami langsung menindaklanjuti laporan warga. Namun karena adanya ancaman dari pemilik kafe, kami berkoordinasi dengan Polres Pasaman Barat untuk mengamankan keadaan,” ujarnya.

 

 

Dalam operasi tersebut, Satpol PP bersama aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kafe. Di antaranya 8 buah speaker aktif, 2 unit TV LED, 2 buah mixer, 1 unit wireless mic, serta 1 buah parang yang diduga digunakan untuk mengancam warga. Semua barang bukti dibawa ke kantor Satpol PP untuk proses lebih lanjut.

 

 

Baca Juga:  Pemusnahan Obat-Obatan Terlarang Oleh Kejaksaan Negeri Indramayu

Kapolsek Pasaman, Bermana Manda, S.H., M.H., melalui Bhabinkamtibmas Riki Hendrianto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian berhasil mengamankan sebilah parang yang diserahkan oleh warga kepadanya. Senjata tajam tersebut kemudian dibawa ke Polsek Pasaman untuk diamankan sebagai barang bukti. “Kami pastikan semua barang bukti ditangani sesuai prosedur hukum,” tegas Riki.

 

 

Selain itu, enam orang wanita pemandu karaoke yang berada di lokasi turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Keberadaan mereka di kafe tersebut menjadi salah satu faktor keresahan masyarakat.

 

 

Menariknya, dari hasil pemeriksaan awal, enam wanita yang diamankan mengaku masih ada dua orang rekan mereka yang tinggal di tempat kejadian. Informasi ini menambah daftar orang yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak berwenang.

 

 

Saksi mata dari masyarakat setempat, Nanda dan Diki, mengungkapkan bahwa suasana sempat mencekam ketika pemilik kafe, yang disebut bernama Ibul, mengeluarkan dua buah senjata tajam berupa parang dan keluar untuk menakut-nakuti warga.

 

 

Sementara itu, Indra Wati, salah seorang warga setempat, menyatakan dirinya sempat ditendang oleh istri Ibul saat kericuhan terjadi. Ia menegaskan akan melaporkan tindakan tersebut ke Polres Pasaman Barat. “Saya tidak terima diperlakukan seperti itu. Saya akan melaporkan istri Ibul ke pihak kepolisian agar ada keadilan,” ungkapnya.

 

 

Polisi kemudian turun ke lokasi untuk membantu menenangkan massa dan mengamankan situasi. Aparat gabungan berhasil meredam kericuhan sehingga proses penertiban dapat dilanjutkan sesuai aturan. **(SKL)

Editor : Eka Saputra

Sumber Berita: Saipen Kasri Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.
RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.
Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.
RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.
Pemadaman Listrik Massal di Sumatra, PWM Sumbar Soroti Ancaman bagi Ekonomi UMKM.
Prof Dr Sutan Nasomal: Dampak Krisis Ekonomi dan Melemahnya Rupiah, Padi di Sragen Dicuri Tiap Malam
Bupati Bogor Rudi Susmanto Siap Perangi Judol, Begal dan Peredaran Telur Infertil
Putih Sari: Pemenuhan Gizi Berkualitas Investasi Penting bagi Generasi Masa Depan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:30 WIB

RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:14 WIB

Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.

Senin, 1 Juni 2026 - 17:30 WIB

RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pemadaman Listrik Massal di Sumatra, PWM Sumbar Soroti Ancaman bagi Ekonomi UMKM.

Berita Terbaru