KARAWANG, ayoviralkan.com– Potret buram dunia pendidikan kembali mencoreng wajah Pemerintah Kabupaten Karawang. Akibat pembiaran infrastruktur yang berlarut-larut, para siswa di SDN Kalangsari V, Kecamatan Rengasdengklok, terpaksa menelan pil pahit dengan belajar di teras tanpa sarana yang layak
Kondisi memprihatinkan ini menimpa siswa kelas 3 dan kelas 6. Mereka terpaksa mengungsi ke teras Majelis Taklim Desa Kalangsari karena gedung sekolah mereka sudah rusak parah dan nyaris ambruk. Ironisnya, ancaman keselamatan ini sudah berlangsung lama, namun respons dari pihak terkait dinilai sangat lamban
Penderitaan para siswa tidak berhenti pada teras yang terbuka. Mereka juga harus belajar dengan cara lesehan di lantai tanpa meja dan kursi. Pihak sekolah sengaja tidak membawa fasilitas belajar tersebut karena tempat mengungsi merupakan fasilitas umum warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Majelis ini digunakan pengajian oleh warga. Jadi, kalau kursi dan meja dibawa ke sini, tentu harus repot dikeluarkan lagi setiap ada acara keagamaan,” ujar salah satu guru SDN Kalangsari V yang enggan disebutkan namanya, Senin (20/07/2026).
Hingga saat ini, baru ada kabar akan ada perbaikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. Padahal, penggunaan fasilitas ibadah untuk ruang kelas darurat ini sudah berjalan sejak tahun ajaran sebelumnya.
Kondisi ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Pemkab Karawang agar memberikan pelayanan dasar serta jaminan keselamatan bagi generasi penerus bangsa. Jika pembiaran ini terus berlanjut, hak anak-anak Rengasdengklok untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan layak akan terus tergadaikan.
Penulis : DH













