Tambang Emas ILegal Makin Maraknya Di Pasbar, Hingga Mencapai Skor 3-0 Atas Pemda Pasbar.

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasaman Barat _Ayoviralkan.Com. Aktivitas tambang ilegal di Pasaman Barat kini seperti semakin sulit dikendalikan. Dampaknya bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

 

Skor pertama datang dari alam yang rusak. Hutan dibuka, bukit dikikis, dan kondisi lingkungan semakin memprihatinkan. Ancaman banjir dan galodo pun mulai menghantui sejumlah wilayah.

 

 

Skor kedua adalah sungai yang berubah kuning dan keruh akibat aktivitas tambang. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai menjadi pihak yang paling terdampak, meski banyak dari mereka tidak ikut menikmati hasil tambang tersebut.

Baca Juga:  Belajar dari Riau, Pemprov Bengkulu Perkuat Strategi PAD Sektor Sawit dan Migas

 

 

Skor ketiga terlihat jelas dari antrean panjang di SPBU yang kini hampir menjadi pemandangan harian. Jalan terganggu, aktivitas masyarakat terhambat, dan pengguna jalan lain ikut merasakan dampaknya. Banyak warga menduga tingginya kebutuhan solar untuk aktivitas tambang ilegal menjadi salah satu penyebab utama.

 

 

Di bawah kepemimpinan Yulianto, persoalan PETI kini menjadi ujian besar bagi Pemerintah Daerah Pasaman Barat. Namun hingga hari ini, masyarakat masih melihat tambang ilegal terus berjalan, sementara dampaknya terus meluas.

Editor : Eka Saputra

Sumber Berita: Pasbar Inside

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.
RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.
Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.
RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.
Pemadaman Listrik Massal di Sumatra, PWM Sumbar Soroti Ancaman bagi Ekonomi UMKM.
Prof Dr Sutan Nasomal: Dampak Krisis Ekonomi dan Melemahnya Rupiah, Padi di Sragen Dicuri Tiap Malam
Bupati Bogor Rudi Susmanto Siap Perangi Judol, Begal dan Peredaran Telur Infertil
Putih Sari: Pemenuhan Gizi Berkualitas Investasi Penting bagi Generasi Masa Depan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:30 WIB

RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:14 WIB

Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.

Senin, 1 Juni 2026 - 17:30 WIB

RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pemadaman Listrik Massal di Sumatra, PWM Sumbar Soroti Ancaman bagi Ekonomi UMKM.

Berita Terbaru