ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padang — Ayoviralkan.com. Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, termasuk Sumatera Barat, memantik kritik terhadap lemahnya ketahanan energi nasional.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, Bakhtiar, menilai gangguan listrik yang terjadi saat ini tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan telah mengancam stabilitas ekonomi masyarakat.
Menurut Bakhtiar, ketergantungan pelaku usaha terhadap listrik sangat tinggi. Ia menyebut lebih dari 90 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas usaha mereka.
“Sejak pemadaman yang terjadi pada 22 Mei 2026, banyak usaha kecil yang lumpuh. Transaksi digital terganggu, pelayanan publik tersendat, dan berbagai sektor usaha tidak bisa beroperasi secara normal,” ujarnya.
Ia merinci, sejumlah sektor yang paling terdampak antara lain usaha kuliner, percetakan, bengkel, hingga bisnis rumahan berbasis digital. Kondisi ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit karena aktivitas produksi dan pelayanan terhenti secara tiba-tiba.
Bakhtiar menegaskan, pemerintah perlu segera menghadirkan solusi konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia juga mendorong penguatan ketahanan energi nasional sebagai langkah strategis jangka panjang.
Selain itu, ia menilai percepatan pengembangan energi terbarukan harus menjadi prioritas. Pemanfaatan panel surya, menurutnya, perlu didukung dengan kebijakan yang serius, terarah, dan berkelanjutan agar dapat menjadi alternatif sumber energi yang andal di masa depan.
“Ketahanan energi tidak bisa lagi ditunda. Harus ada langkah nyata agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, tidak terus dirugikan akibat pemadaman listrik,” tegasnya.
Wasaaradda Duulista Hawada iyo Garoomada DPL M Shadiq Pasadigoe Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jokowi Presiden Indonesia 2019 Prabowo Subianto.
Editor : Eka Saputra














