Tangisan Keluarga Korban Pencurian di Pancur Batu Medan Tak Kunjung Didengar, Sudah Berkali-kali Kirim Surat ke Presiden dan Kapolri Namun Belum Ada Tanggapan.

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tangisan Keluarga Korban Pencurian di Pancur Batu Medan Tak Kunjung Didengar, Sudah Berkali-kali Kirim Surat ke Presiden dan Kapolri Namun Belum Ada Tanggapan.

 

Kesedihan mendalam masih menyelimuti keluarga korban pencurian toko ponsel di Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Sudah berbulan-bulan lamanya mereka hidup dalam tekanan, rasa takut dan penderitaan setelah anggota keluarga mereka yang mengaku diminta membantu menangkap pelaku pencurian oleh penyidik Polsek Pancur Batu, Brigadir Shinto Zelmana Sembiring, justru berakhir menjadi tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Bagi keluarga ini, kehidupan mereka berubah total sejak peristiwa tersebut terjadi. Rumah yang dulunya dipenuhi canda tawa kini berubah menjadi tempat penuh tangisan dan kecemasan. Seorang ibu bersama anak-anaknya disebut harus menanggung rasa malu, tekanan mental dan ketakutan setiap hari akibat persoalan hukum yang menimpa keluarganya.

 

 

Menurut keluarga, semua bermula ketika toko ponsel mereka diduga dibobol pelaku pencurian. Dalam situasi panik dan takut kehilangan barang dagangan, korban disebut diminta membantu mengamankan pelaku pencurian yang masuk ke toko mereka sendiri. Dengan harapan membantu pihak kepolisian dan menyelamatkan barang milik mereka, korban bersama keluarga akhirnya ikut melakukan penangkapan terhadap pelaku.

 

 

Namun kejadian yang awalnya mereka kira sebagai bentuk kerja sama membantu aparat penegak hukum justru berubah menjadi mimpi buruk yang terus menghantui hidup mereka hingga saat ini.

 

 

Setelah pelaku berhasil diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian bersama barang bukti hasil curian, keluarga mengaku sangat terkejut karena pelaku pencurian kemudian melaporkan balik korban ke pihak kepolisian. Tidak lama setelah itu, korban bersama keluarganya ditetapkan sebagai tersangka, ditahan bahkan masuk daftar pencarian orang (DPO).

 

 

“Anak kami hanya korban pencurian. Kami hanya mempertahankan toko kami sendiri. Tapi kenapa sekarang kami yang seperti penjahat,” ucap pihak keluarga sambil menangis.

 

 

Kesedihan keluarga semakin bertambah karena hingga kini mereka merasa perjuangan mencari keadilan seperti tidak pernah didengar. Berbagai upaya telah mereka lakukan agar suara mereka sampai kepada pemerintah pusat dan pimpinan tertinggi Polri.

 

 

Keluarga mengaku sudah berulang kali mengirimkan surat permohonan keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam surat tersebut, mereka menceritakan bagaimana keluarga mereka hancur akibat kasus yang mereka nilai penuh kejanggalan dan ketidakadilan.

 

 

Namun hingga kini, keluarga mengaku belum pernah menerima balasan ataupun tanggapan atas surat-surat yang telah mereka kirimkan tersebut.

Baca Juga:  Pemusnahan Obat-Obatan Terlarang Oleh Kejaksaan Negeri Indramayu

 

 

“Sudah berkali-kali kami kirim surat. Kami berharap Presiden dan Kapolri mendengar jeritan kami sebagai rakyat kecil. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ungkap keluarga dengan suara bergetar.

 

 

Tidak hanya itu, keluarga juga mengaku pernah berusaha menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Letkol Teddy. Dalam pertemuan itu, keluarga berharap penderitaan mereka dapat diteruskan kepada Presiden agar mendapat perhatian khusus.

 

 

Menurut pengakuan keluarga, pihak Sekretariat Kabinet saat itu sempat berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Harapan keluarga sempat muncul karena mereka merasa akhirnya ada pihak yang mau mendengarkan keluhan mereka.

 

 

Namun seiring berjalannya waktu, keluarga mengaku belum mengetahui bagaimana tindak lanjut dari penyampaian tersebut. Tidak adanya kepastian membuat keluarga kembali merasa sedih dan putus asa.

 

 

Di rumah sederhana mereka, tangisan seorang ibu disebut hampir setiap malam terdengar. Anak-anak yang masih kecil juga harus ikut merasakan dampak dari persoalan hukum yang menimpa keluarganya. Mereka hidup dalam ketakutan dan tekanan sosial di lingkungan sekitar.

 

 

“Anak-anak kami sering menangis. Mereka takut ayahnya ditangkap lagi. Kami hanya ingin hidup tenang seperti dulu,” ujar keluarga.

 

 

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan sejumlah barang bukti dan laporan lain yang menurut mereka hingga kini belum mendapatkan kejelasan penanganan hukum. Salah satunya terkait senjata tajam yang disebut diamankan saat pelaku pencurian ditangkap. Keluarga mengaku heran karena proses hukum terhadap barang tersebut hingga kini belum diketahui perkembangannya.

 

 

Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena dinilai menyentuh rasa keadilan rakyat kecil. Banyak pihak berharap agar aparat penegak hukum dapat membuka secara transparan seluruh proses penanganan perkara agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

 

 

Kini, di tengah rasa lelah dan air mata yang terus mengalir, keluarga hanya berharap ada perhatian dari Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo terhadap penderitaan yang mereka alami.

 

 

Bagi keluarga ini, mereka tidak meminta apa-apa selain keadilan dan kesempatan untuk kembali hidup tenang tanpa rasa takut serta tekanan yang terus menghantui kehidupan mereka setiap hari.

 

@pengikut Prabowo Subianto

#PrabowoSubianto
#viral
#fyp
#viralindonesia
#fbviral
#facebookviral
#beritaviral
#indonesia
#medan
#sumut
#sumaterautara
#viralmedan
#infoindonesia
#newsviral
#trending
#fakta
#rakyatkecil
#keadilan
#saveviral
#viralhariini
#peristiwa
#infoviral
#updateberita
#suararakyat
#viralnews
#demokrasi
#hukum
#polisikita
#komisiIII
#DPRRI

Editor : Eka Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BIKIN MERINDING‼️MURAMA (SIJUNJUNG) JADI AKADEMIA KETIGA YANG SAPU BERSIH 3 SO & 5 BINTANG.
Kepala Desa Terbangiang Berikan Bantahan Terkait Isu Miring di Flatform Media Sosial Tiktok.
Kanit Reskrim Sei Beremas IPDA Irwan Agus, SH Bersama Anggota Opsnal Gagalkan Narkotika Jenis Sabu, Terdiri dari 6 Paket 100 dan, 8 Bungkusan Paket, Di Air Runding.
Putra Adisman Dan Ermida Gelar Acara Lamaran” Serda Nav Muhammad Abror Nst Dan Desi Purnama Sari” Di Muara Enim Sumatra Selatan.
Tim RPK Berjibaku Padamkan Karhutla Bersama PT Arara Abadi Di Pelalawan Riau.
Harapan Masyarakat No Urut 1 Mabrur Hidayat Calon Wali Nagari Brastagi Ujung Gading.
PAM Datangi Dinas Pol.PP dan Damkar Pasaman Barat Menuntut Pemusnahan Miras, Penutupan Kafe Remang, dan Tunaikan Hak Personil.
Kabar Gembira!!! “Adisman” Ditetapkan No Urut 4 Calon Wali Nagari Kuamang Alai Ujung Gading.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:05 WIB

BIKIN MERINDING‼️MURAMA (SIJUNJUNG) JADI AKADEMIA KETIGA YANG SAPU BERSIH 3 SO & 5 BINTANG.

Rabu, 2 September 2026 - 21:44 WIB

Kepala Desa Terbangiang Berikan Bantahan Terkait Isu Miring di Flatform Media Sosial Tiktok.

Selasa, 1 September 2026 - 13:45 WIB

Kanit Reskrim Sei Beremas IPDA Irwan Agus, SH Bersama Anggota Opsnal Gagalkan Narkotika Jenis Sabu, Terdiri dari 6 Paket 100 dan, 8 Bungkusan Paket, Di Air Runding.

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Putra Adisman Dan Ermida Gelar Acara Lamaran” Serda Nav Muhammad Abror Nst Dan Desi Purnama Sari” Di Muara Enim Sumatra Selatan.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Tim RPK Berjibaku Padamkan Karhutla Bersama PT Arara Abadi Di Pelalawan Riau.

Berita Terbaru