Profesor Sutan Nasomal: Presiden RI Jangan Sembarangan Menyetujui Usulan Jalan Provinsi Berbayar di Jawa Barat

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bandung – Profesor Dr. Sutan Nasomal SH MH meminta Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak sembarangan menyetujui apabila terdapat pengajuan kebijakan jalan provinsi berbayar di wilayah Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat yang saat ini masih menghadapi tekanan ekonomi dan menurunnya daya beli.

Pernyataan itu disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online nasional maupun internasional dari kantornya di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta, Selasa (13/5/2025) melalui sambungan telepon seluler.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau benar ada wacana jalan provinsi berbayar di Jawa Barat, saya berharap Presiden RI jangan langsung menyetujui. Jalan tol berbayar saja selama ini sudah cukup memberatkan masyarakat. Jangan sampai masyarakat kembali dibebani dengan kebijakan baru yang semakin menyulitkan,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom yang juga Ketua Umum Perkumpulan Advocate Muda Indonesia (Association Of Young Indonesian Advocate) itu menilai, kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih. Daya beli masyarakat di pasar tradisional masih rendah dan banyak masyarakat kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi saat ini telah memberikan dampak psikologis dan ekonomi kepada masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah di Jawa Barat.

“Saat ini masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Banyak pasar tradisional sepi, pendapatan masyarakat menurun, dan kondisi ini memicu meningkatnya stres di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Sinergi dan Respons Cepat, DPW A-PPI Sumut Apresiasi Kinerja Kanit Reskrim Polsek Medan Area

Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru menambah beban melalui kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat kecil.

“Pemimpin harus memiliki ilmu keseimbangan dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam setiap kebijakan. Masyarakat tidak meminta hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin pekerjaan tersedia, penghasilan membaik, anak-anak tetap sekolah, dan kehidupan berjalan aman serta layak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak kebijakan jalan berbayar dapat memicu kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok karena meningkatnya biaya distribusi. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin mempersulit kehidupan masyarakat kecil.

“Kalau jalan provinsi sampai berbayar, otomatis biaya distribusi barang naik dan harga kebutuhan pokok bisa ikut meningkat. Ini sangat berpotensi menambah angka kemiskinan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal meminta Presiden RI bersikap tegas terhadap kepala daerah yang dinilai tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan justru melahirkan kebijakan yang menambah kesulitan rakyat.

“Sikap tegas Presiden RI sangat dinantikan masyarakat Jawa Barat. Pemerintah daerah harus benar-benar hadir membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi, bukan malah menambah beban baru,” tegasnya.

Narasumber:

Prof. Dr. Sutan Nasomal SH MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Robi Barus S.E M.A.P Lakukan Sosperda Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Tanjung Gusta
Dugaan Catut Nama Penyidik Narkoba Rp200 Juta, DPW A-PPI Sumut Desak Kapolda Usut Tuntas Oknum Pengacara
Menyongsong Indonesia Emas 2045 , Ketua DPW APPI Sumut sampaikan pesan kebangsaan di HUT RI Ke-81
Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK.
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Miris….!!! Diduga Oknum Sekretaris Salah Satu Kampung, Meminta KPK Periksa Kepal Kampung Poumako Cenderawasih Mimika Papua Tengah.
Dugaan Skandal Proyek SDAMBK Deli Serdang , Kadis Jansu Sipahutar ‘Kabur’ dan Lempar Bola ke ULP, KPK Didesak Turun Tangan!
Desakan keras kepada Kapolri , tolak keras banding Kompol DK , tegaskan integritas Bhayangkara.
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:40 WIB

Robi Barus S.E M.A.P Lakukan Sosperda Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Tanjung Gusta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Dugaan Catut Nama Penyidik Narkoba Rp200 Juta, DPW A-PPI Sumut Desak Kapolda Usut Tuntas Oknum Pengacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Menyongsong Indonesia Emas 2045 , Ketua DPW APPI Sumut sampaikan pesan kebangsaan di HUT RI Ke-81

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:57 WIB

Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK.

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:50 WIB

Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai

Berita Terbaru