HPS Dinilai Tak Sesuai Pasar, Pengamat Soroti Kinerja Bidang Jalan PUPR Karawang

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


KARAWANG,AyoPiralkan,com.– 13 April 2026 — Sejumlah pengguna jasa atau kontraktor proyek jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang mengeluhkan ketidaksesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dengan kondisi harga material konstruksi di lapangan.

Keluhan tersebut muncul setelah para pelaku proyek membandingkan HPS yang ditetapkan Bidang Jalan PUPR dengan harga riil di pasaran yang dinilai telah mengalami perubahan signifikan.

Menanggapi hal itu, praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, menyampaikan kritik terhadap kinerja Bidang Jalan PUPR Karawang yang dinilai belum memperbarui acuan harga secara berkala.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penetapan HPS seharusnya didasarkan pada survei langsung ke lapangan agar mencerminkan kondisi pasar terkini.

“Saya minta Kabid Jalan PUPR turun langsung ke lapangan untuk mengecek harga material konstruksi sebelum menetapkan HPS. Jangan hanya berasumsi kondisi aman tanpa data yang valid,” ujar Asep, Senin (13/4).

Ia menilai ketidaksesuaian HPS berpotensi merugikan kontraktor. Alih-alih memperoleh keuntungan, para pelaksana proyek justru menghadapi risiko kerugian akibat selisih harga material.

Baca Juga:  Kemanunggalan TNI-Rakyat: Rindam XV/Pattimura Gelar Karya Bakti Bersihkan "Bumi Para Raja"*

Asep mencontohkan harga hotmix jenis AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) di pasaran berkisar antara Rp1,8 juta hingga Rp1,9 juta per ton, tergantung produsen. Namun, HPS yang ditetapkan dinilai tidak mencerminkan realitas tersebut.

“Kalau HPS tidak sesuai pasar, kontraktor bisa kesulitan. Dampaknya, kualitas pekerjaan berpotensi menurun karena ada upaya penyesuaian di lapangan,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kondisi ini dapat berdampak pada kualitas infrastruktur jalan serta berpotensi memicu temuan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebagai solusi, Asep menyarankan agar pemerintah daerah melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk opsi efisiensi melalui pengurangan volume pekerjaan apabila anggaran terbatas.

Kalau memang untuk efisiensi, lebih baik volume pekerjaan yang dikurangi, bukan memaksakan HPS yang tidak sesuai dengan harga pasar,” tegasnya.

Ia juga meminta Bupati Aep Syaepuloh untuk turun tangan mengevaluasi kinerja Bidang Jalan PUPR Karawang, guna memastikan kualitas proyek infrastruktur tetap terjaga dan tidak merugikan masyarakat.

Menurutnya, dengan latar belakang sebagai pengusaha konstruksi, bupati dinilai memiliki pemahaman yang cukup untuk menyikapi persoalan tersebut secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.
RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.
Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.
RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.
Pemadaman Listrik Massal di Sumatra, PWM Sumbar Soroti Ancaman bagi Ekonomi UMKM.
Prof Dr Sutan Nasomal: Dampak Krisis Ekonomi dan Melemahnya Rupiah, Padi di Sragen Dicuri Tiap Malam
Bupati Bogor Rudi Susmanto Siap Perangi Judol, Begal dan Peredaran Telur Infertil
Putih Sari: Pemenuhan Gizi Berkualitas Investasi Penting bagi Generasi Masa Depan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:30 WIB

RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:14 WIB

Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.

Senin, 1 Juni 2026 - 17:30 WIB

RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pemadaman Listrik Massal di Sumatra, PWM Sumbar Soroti Ancaman bagi Ekonomi UMKM.

Berita Terbaru