Tokoh Minang Muslim Kasim: Dari Pegawai Bulog, Mantan Bupati Padang Pariaman, hingga Menjadi Wakil Gubernur.
Perjalanan hidup seorang tokoh asal Pakandangan, Padang Pariaman, bernama Muslim Kasim memberikan gambaran tentang ketekunan dalam meniti karier dari bawah hingga mencapai puncak kepemimpinan di tingkat provinsi. Beliau dikenal sebagai sosok yang mengawali pengabdiannya sebagai seorang birokrat sebelum akhirnya dipercaya masyarakat untuk memimpin di ranah politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Awal Karier dan Masa Sulit di Perantauan.
Lahir pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Muslim Kasim menempuh jalur pendidikan yang cukup panjang. Titik awal perjuangannya terlihat saat beliau merantau untuk menimba ilmu di Universitas Padjadjaran, Bandung. Sambil menjalani masa kuliah antara tahun 1966 hingga 1970, beliau menyibukkan diri dengan bekerja sebagai Kepala Perwakilan Harian Pelopor Baru Jakarta di Bandung. Pengalaman di masa muda ini menjadi pondasi bagi kepemimpinannya, di mana beliau juga aktif menggerakkan mahasiswa Minang di perantauan sebagai Ketua Badan Kesatuan Mahasiswa Minang (BKMM) Bandung.
Dedikasi di Lembaga Bulog.
Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1976, Muslim Kasim merintis karier birokratnya dari tingkat dasar di Badan Urusan Logistik (Bulog). Beliau memulai sebagai staf di Inspektorat Bulog dan terus berpindah tugas demi menjalankan tanggung jawab profesi.
Selama puluhan tahun, beliau berpindah-pindah daerah, mulai dari menjadi pejabat di Depot Logistik (Dolog) Jawa Timur hingga menjabat sebagai Kepala Dolog Bali pada periode 1994-1998. Dedikasinya yang tinggi membawa beliau kembali ke kampung halaman untuk menjabat sebagai Kepala Dolog Sumatera Barat pada tahun 1998, yang menjadi posisi terakhirnya sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik.
Titik Balik Menuju Kursi Pemerintahan.
Tahun 2000 menjadi titik balik besar dalam hidupnya ketika beliau terpilih menjadi Bupati Padang Pariaman melalui sidang paripurna DPRD. Kepemimpinannya dinilai berhasil sehingga masyarakat kembali mempercayainya untuk menjabat di periode kedua (2005-2010).
Puncak karier politik beliau tercapai pada tahun 2010 saat beliau terpilih menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat mendampingi Irwan Prayitno. Meski proses pelantikannya harus dilakukan di ruangan bekas garasi mobil gedung DPRD akibat dampak gempa bumi, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk mengabdi bagi Sumatera Barat hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2015.
Sumber: Wikipedia – “Muslim Kasim”
#TokohMinang #PadangPariaman #MuslimKasim #SumateraBarat #ProfilTokoh #SejarahLokal #InspirasiKepemimpinan
Editor : Eka Saputra
Sumber Berita: Wikipedia















