Rencana e-voting pemilihan wali nagari di Pasaman Barat memicu harapan efisiensi sekaligus kekhawatiran kesiapan infrastruktur.

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 01:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana e-voting pemilihan wali nagari di Pasaman Barat memicu harapan efisiensi sekaligus kekhawatiran kesiapan infrastruktur.

 

Pasaman Barat –Ayoviralkan.com  Demokrasi ibarat jembatan: ia harus kokoh sebelum dilalui. Rencana penerapan e-voting dalam pemilihan Wali Nagari 2026 di Pasaman Barat kini berdiri di antara dua arus—harapan modernisasi dan keraguan kesiapan.

 

 

Gagasan digitalisasi pemilihan ini dinilai sebagai langkah maju dalam sistem demokrasi lokal. Dengan e-voting, proses pemungutan dan penghitungan suara diyakini akan berlangsung lebih cepat dan efisien dibanding metode manual. Namun, kecepatan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Demokrasi juga menuntut keadilan, keamanan, dan akses yang merata bagi seluruh warga.

 

 

Di Pasaman Barat, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya wilayah yang belum terjangkau jaringan internet atau blank spot. Kondisi ini menjadi persoalan mendasar. Bagaimana masyarakat di daerah tersebut dapat berpartisipasi jika akses digital belum tersedia secara merata?.

 

 

Selain infrastruktur, literasi teknologi masyarakat juga menjadi tantangan besar. Tidak semua pemilih terbiasa menggunakan perangkat digital. Dalam konteks pemilihan, hal ini berpotensi mengganggu asas langsung, umum, bebas, dan rahasia. Ketika pemilih harus meminta bantuan orang lain untuk menggunakan sistem, maka independensi pilihan menjadi dipertanyakan.

 

 

“Sistem yang cepat belum tentu adil jika tidak bisa diakses semua orang,” menjadi kekhawatiran yang kerap muncul di tengah masyarakat.

 

 

Aspek transparansi juga tak kalah penting. Publik berhak mengetahui sistem apa yang akan digunakan dalam e-voting. Apakah aplikasi tersebut dikembangkan pemerintah daerah, bekerja sama dengan pihak nasional, atau menggunakan vendor pihak ketiga? Kejelasan ini penting untuk membangun kepercayaan publik.

 

 

Lebih jauh, isu keamanan data menjadi perhatian serius. Lokasi server penyimpanan data, apakah berada di dalam negeri atau luar negeri, akan menentukan tingkat kontrol dan perlindungan terhadap data pemilih. Risiko peretasan dan manipulasi selalu menjadi bayang-bayang dalam sistem digital, sehingga diperlukan jaminan keamanan yang kuat.

Baca Juga:  Polres Indramayu Bongkar Kasus Migas, Kapolres : Polri Berkomitmen Penuh Mendukung Efisiensi Energi Nasional. 

 

 

Tak hanya itu, mekanisme identifikasi pemilih juga harus dirancang secara ketat. Apakah menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), biometrik, atau metode lainnya, semua harus memastikan bahwa setiap suara benar-benar berasal dari pemilih yang sah.

 

 

Dalam demokrasi, kepercayaan publik adalah fondasi utama. Tanpa kepercayaan, hasil pemilihan akan kehilangan legitimasi. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi syarat mutlak sebelum e-voting diterapkan.

 

 

Uji publik menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Melalui uji ini, masyarakat dapat memahami cara kerja sistem, memberikan masukan, serta mengungkapkan kekhawatiran. Proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari demokrasi itu sendiri.

 

 

Selain itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan program literasi digital secara masif. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan agar pemilih tidak merasa asing dengan sistem baru.

 

 

Pemerataan infrastruktur juga menjadi prioritas utama. Tanpa jaringan internet yang merata di seluruh nagari, e-voting berpotensi menciptakan ketimpangan baru dalam partisipasi politik.

 

 

Tak kalah penting, audit independen harus dilibatkan sejak awal. Sistem e-voting perlu diuji oleh pihak ketiga yang kredibel untuk memastikan keamanan dan keandalannya. Tanpa pengawasan eksternal, kepercayaan publik akan sulit dibangun.

 

 

Pada akhirnya, modernisasi demokrasi bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal kesiapan sistem dan masyarakat. E-voting bisa menjadi solusi, namun juga berpotensi menjadi masalah baru jika diterapkan tanpa persiapan matang. Demokrasi harus tetap inklusif—menjangkau semua, bukan hanya mereka yang siap secara digital.

 

 

#Evoting #pemihan #walinagari #SePasamanBarat #Opini #Berita #NewsUpdate #Pasbar #Sumbar #kritis
@sorotan GOnews.id

Editor : Eka Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pasbar Bersama Bidokkes, Ekhumasi Pembongkaran Makam Bayi 8 Bulan Dugaan Kelalaian Medis Dalam Penanganan Korban di RSI Ibnu Sina.
Kapolres Pasbar Bertemu Pengurus PWI, Bahas Penguatan Sinergi Dan Kontrol Sosial.
Kapolres Pasaman Barat”AKBP Agung Tribawanto” Serap Aspirasi dan Masukan Warga Di Nagari Lingkuang Aua.
Belum Diverifikasi, LPK HYDUP Perkasa Jaya Disebut Sudah Membuka Kegiatan Pembelajaran
Kapolres Pasbar dan Bupati Pasaman Barat Bagikan Masker Gratis Guna Cegah Kabut Asap di SMAN 1 Pasaman Barat.
*Tim Gabungan Kapolres Pasbar Berantas Bandar Narkoba dan Kurir Sabu-Sabu di Kinali Pasaman Barat*
PAM PASBAR KECAM BUPATI: Audiensi Sudah Dijadwalkan, Kajian Strategis Tak Kunjung Disambut, Ombudsman Jadi Langkah Berikutnya.
PT Agrowiratama Hadirkan Bantuan Dukungan Pendidikan bagi 250 Siswa Disejumlah Sekolah Dasar Sungai Aur.
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Kapolres Pasbar Bersama Bidokkes, Ekhumasi Pembongkaran Makam Bayi 8 Bulan Dugaan Kelalaian Medis Dalam Penanganan Korban di RSI Ibnu Sina.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Kapolres Pasbar Bertemu Pengurus PWI, Bahas Penguatan Sinergi Dan Kontrol Sosial.

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Kapolres Pasaman Barat”AKBP Agung Tribawanto” Serap Aspirasi dan Masukan Warga Di Nagari Lingkuang Aua.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Belum Diverifikasi, LPK HYDUP Perkasa Jaya Disebut Sudah Membuka Kegiatan Pembelajaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Kapolres Pasbar dan Bupati Pasaman Barat Bagikan Masker Gratis Guna Cegah Kabut Asap di SMAN 1 Pasaman Barat.

Berita Terbaru

Uncategorized

Jadi Lebih Mudah Diakses, Masyarakat Apresiasi Layanan ATR/BPN Dekat

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:13 WIB