Proyek Jalan Pantura Pati–Kudus Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan dan Pengawasan

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayoviralkan.com, Pati Jawa Tengah
‎Pengerjaan jalan baru Pantura Pati – Kudus, tepatnya dari mulai patung kuda, Plangitan y Margorejo menjadi sorotan banyak masyarakat terutama pengguna jalan. Pengerjaan yang diduga dinilai asal-asalan dan amburadul.

‎Dari sepanjang jalan tersebut terlihat tidak adanya kerapian dalam pengerjaan, diantaranya’ pembatas jalan pemisah jalur sebagian belum adanya penghurugkan tanah (masih berlubang)

‎Penataan tanah hurug di pembatas jalan tidak rapi (Tinggi, rendah)

‎Ada apakah dengan itu semua..?!

‎Banyak orang bertanya – tanya pengerjaan pembatas jalan tersebut apakah hanya dihurug tanah saja?!

‎”Karena terpantau dari jalan Pantura yang lainnya, pembatas jalan dikerjakan dengan pengecoran atau papeng.” Kata warga

‎Kepada pihak Dinas terkait, diminta untuk segera dilakukan pengawasan dan pengecekan terhadap pengerjaan jalan tersebut. Dengan telan anggaran kurang lebih Empat Puluhan lima Miliar diharapkan pengerjaan sesuai RAP dan sepantasnya.

‎’Kami masyarakat berharap menggunakan anggaran Pemerintahan yang berasal dari pajak rakyat, orang kecil untuk digunakan dan dikerjakan dengan sesuai dan jangan asal-asalan. Jalan baru bangun belum genap setahun rusak, jangan sampai.” Tambah harapnya

‎Sekali lagi mohon pemerintah daerah maupun pusat agar segera dilakukan pengecekan terhadap Jalan Pati – Kudus segera. Bahkan kabel – kabel yang mengancam keselamatan seseorang agar segera dilakukan penataan. Karena selain membahayakan juga tidak enak dipandang mata.” Pungkas Ynt dan warga lainnya

Baca Juga:  Menteri ATR/Kepala BPN: Kebijakan yang Baik Berawal dari Kesediaan Mendengar Aspirasi Masyarakat

(Team)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia
Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN
Pesan Menteri Nusron untuk 568 Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana pun Bekerja
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Isi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah
Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu
Menteri Nusron dalam Kuliah Umum Politeknik Agraria STPN: Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada
Pelataran Kantor Pertanahan Kabupaten Temanggung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:16 WIB

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN

Sabtu, 5 September 2026 - 14:46 WIB

Pesan Menteri Nusron untuk 568 Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana pun Bekerja

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 19:48 WIB

Isi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah

Berita Terbaru