SMK Pangeran Wijayakusuma Penjaringan Jakarta Utara kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Melalui Program Keahlian *Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)*, sekolah ini resmi menjadi *sekolah pertama yang menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) mandiri* dengan skema *Link and Match bersama dunia industri*, menggandeng *Gamelab Indonesia* sebagai mitra strategis.
Pelaksanaan UKK mandiri ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas mutu lulusan, khususnya dalam memastikan kompetensi siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri digital saat ini. Dengan standar penilaian yang diselaraskan bersama mitra industri, siswa tidak hanya diuji dari sisi teori, tetapi juga kemampuan praktik berbasis proyek nyata yang relevan dengan dunia kerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Program Keahlian RPL, *Basoni, S.Kom*, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata transformasi pendidikan vokasi yang berorientasi masa depan.
> “Kami sangat bangga karena SMK Pangeran Wijayakusuma menjadi pelopor pelaksanaan UKK mandiri berbasis industri. Kolaborasi dengan Gamelab Indonesia menghadirkan pengalaman uji kompetensi yang lebih nyata dan profesional bagi siswa. Ini adalah langkah penting agar lulusan kami tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap kerja, siap berkarya, dan mampu bersaing di era digital,” ujar Basoni, S.Kom.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Pangeran Wijayakusuma, *Ibu Atiroh, S.Pd*, menegaskan bahwa sinergi sekolah dengan dunia industri merupakan strategi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
> “Kami percaya bahwa kualitas lulusan terbaik lahir dari pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri. UKK mandiri ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan, unggul, dan berdampak nyata bagi masa depan siswa. Kami ingin lulusan SMK Pangeran Wijayakusuma memiliki kompetensi terukur, karakter profesional, serta daya saing tinggi,” tutur Ibu Atiroh, S.Pd.
Kesan positif juga datang dari peserta didik. Salah satu perwakilan siswa,
> “Saya merasa sangat senang dan tertantang karena UKK ini benar-benar seperti mengerjakan project di industri. Kami belajar menyelesaikan tugas dengan standar profesional, bekerja lebih teliti, dan berpikir seperti programmer di dunia kerja nyata. Pengalaman ini sangat berharga untuk bekal kami setelah lulus,” ungkap Lintang Zahirah.
Melalui kolaborasi ini, SMK Pangeran Wijayakusuma tidak hanya memperkuat implementasi program *Link and Match*, tetapi juga membuka jalan bagi model pembelajaran dan pengujian berbasis industri yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah vokasi lain dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital nasional.












