Kuamang Alai_Pasaman Barat/Ayoviralkan.com. Rumah milik maja Miharja warga Dusun Kuamang Lubuk Alai, Desa Gunung Tua, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat sangat memprihatinkan, Selasa (8/9/2026).
Pantauan Ayoviralkan.com, Rumah tersebut sudah tidak layak huni, Saat melihat kondisi tempat tinggalnya dengan keluarga “Sangat menyentuh hati”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun keterpurukan yang saya lihat, kondisi dinding rumahnya separuh tembok separuhnya papan, itu sudah lapuk dimakan rayap, bahkan sebagian sudah jebol.
Termasuk kayu atap penyangga genteng, sewaktu-waktu bisa ambruk karena dimakan usia. Selain itu, gentengnya juga telah pecah, Sehingga disaat musim hujan rumah yang ditinggali Maja miharja bersama istrinya Risda wati dan 3 anak putrinya mengalami gangguan aktivitas tidur, Akibat kebocoran Atap rumah oleh derasnya air hujan.
Maja miharja pekerjaannya seorang buruh, kadang-kadang saya sempat putus asa karena pekerjaan susah di dapat, Tetapi saya selalu sabar menghadapi ujian hidup ini, Karena ada 3 orang putri didepan mata untuk saya perjuangkan guna memenuhi kebutuhan buat makan hidup sehari-hari bahkan tidak menentu, Ucapnya dengan raut wajah sedih.
“Saya cuma ingin pemerintahan pasaman barat tahu akan keadaan masyarakatnya yang kurang mampu, jangan memandang sebelah mata“ kata Maja miharja.
Warga sekitarnya yang iba dengan nasibnya. Ironisnya, pemerintah setempat terkesan tutup mata dengan kondisi rumah keluarga miskin dengan lantai dari tanah tersebut.
Padahal ada beberapa program pemerintah mulai dari pusat, provinsi serta daerah sendiri yakni program bedah rumah tidak layak huni.
Seorang tetangga mengatakan, ia sangat prihatin dengan tempat tinggal keluarga Maja miharja dan Ibu Risda Wati tersebut, bahkan menurutnya dapat mengancam keselamatan nyawa orang yang berada di dalam rumah itu. Karena sewaktu-waktu bisa roboh atau ambruk, apalagi saat ini musim hujan disertai angin kencang.
“Seharusnya aparat Desa gunung tua serta Pemkab Pasaman Barat lebih serius memperhatikan kondisi rakyat nya yang hidup di bawah garis kemiskinan. Agar memberikan bantuan berupa program rumah tidak layak huni, jangan cuma survei data kemiskinan aja nyatanya tidak dapat bantuan , Agar mereka bisa tinggal lebih layak,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah lebih peka dengan mengunakan hati nurani memperhatikan kehidupan masyarakat yang ada di bawah. Karena kenyataannya masih banyak rakyat yang hidupnya pas-pasan, sementara pejabatnya bergelimang kemewahan.
Ketimpangan dan kesenjangan sosial sangat tinggi antara yang kaya dan miskin. Ini terjadi karena para pejabatnya tidak mempunyai kepekaan sosial dan kepedulian terhadap rakyat yang tidak mampu, “Tutupnya.
#Eka saputra.










