Amerika panik mendekati Cina,karena Iran dianggap unggul

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Situasi geopolitik dunia kembali memanas. Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, menilai langkah Amerika Serikat mendekati China menunjukkan adanya kepanikan politik dan ekonomi global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Menurut Prof Sutan Nasomal, kedatangan Presiden Amerika Serikat ke China merupakan upaya membuka kembali hubungan dagang dan menurunkan ketegangan ekonomi antar kedua negara besar tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam kondisi dunia seperti sekarang, Amerika mulai menyadari pentingnya membangun kembali hubungan dagang dengan China. Amerika membutuhkan dukungan dan stabilitas global, termasuk pengaruh China terhadap Iran,” ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH di kantornya kawasan Cijantung, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menilai, Amerika Serikat juga berkepentingan agar Iran lebih lunak dalam kebijakan geopolitiknya, termasuk terkait keamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia.

“Amerika selama ini dikenal sebagai negara adidaya, namun konflik yang berlangsung membuat posisi tersebut mulai dipertanyakan. Iran dinilai mampu bertahan menghadapi tekanan militer Amerika dan Israel selama beberapa bulan terakhir,” katanya.

Prof Sutan Nasomal juga menyoroti kemungkinan terbentuknya poros kekuatan baru yang melibatkan Iran, China, Rusia, dan Korea Utara. Menurutnya, situasi global berpotensi semakin memanas apabila konflik terus berkembang.

Baca Juga:  Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal

“Dunia sedang berada dalam fase ketidakpastian besar. Jika perang terus bereskalasi, bukan tidak mungkin akan muncul konflik lebih luas yang berdampak pada ekonomi global,” ungkapnya.

Ia memperkirakan dampak perang telah menyebabkan kerugian hingga triliunan rupiah, termasuk meningkatnya harga energi dan kebutuhan pokok di berbagai negara.

“Kenaikan harga minyak dan energi dapat memicu krisis sosial di banyak negara. Pemerintah di berbagai belahan dunia harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat agar tidak terjadi gejolak sosial,” tambahnya.

Prof Sutan Nasomal menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menuju perubahan besar dalam sistem politik, ekonomi, dan hukum internasional.

“Dalam beberapa waktu ke depan, dunia akan menyaksikan arah baru tatanan global. Akan muncul sistem dan pola hubungan internasional yang berbeda dari sebelumnya,” tutupnya.

Narasumber:

Prof Dr Sutan Nasomal SH MH

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional

Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia

Call Center: 0877-1902-1960

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Big News! Forum Pakar Bahas Keunggulan dan Relevansi Rencana Otonomi Sahara Maroko di Verona
Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal
Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Teguh atas Sahara Maroko
Fantastik! Maroko Dinilai sebagai Poros Strategis dan Kekuatan Paling Menjanjikan di Afrika dan Dunia Arab
Diplomasi Negeri Tirai Bambu: Sambutan Mewah dan Makna Strategis Kunjungan Donald Trump ke Tiongkok
Tonggak Sejarah 70 Tahun Hubungan Diplomatik: Jepang Dukung Kedaulatan Maroko atas Wilayah Sahara
Zambia Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko, Resolusi 2797 Menjadi Tonggak Sejarah Baru
Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:20 WIB

Big News! Forum Pakar Bahas Keunggulan dan Relevansi Rencana Otonomi Sahara Maroko di Verona

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:43 WIB

Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:18 WIB

Amerika panik mendekati Cina,karena Iran dianggap unggul

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:32 WIB

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Teguh atas Sahara Maroko

Senin, 18 Mei 2026 - 07:17 WIB

Fantastik! Maroko Dinilai sebagai Poros Strategis dan Kekuatan Paling Menjanjikan di Afrika dan Dunia Arab

Berita Terbaru