Jakarta – Situasi geopolitik dunia kembali memanas. Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, menilai langkah Amerika Serikat mendekati China menunjukkan adanya kepanikan politik dan ekonomi global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Menurut Prof Sutan Nasomal, kedatangan Presiden Amerika Serikat ke China merupakan upaya membuka kembali hubungan dagang dan menurunkan ketegangan ekonomi antar kedua negara besar tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam kondisi dunia seperti sekarang, Amerika mulai menyadari pentingnya membangun kembali hubungan dagang dengan China. Amerika membutuhkan dukungan dan stabilitas global, termasuk pengaruh China terhadap Iran,” ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH di kantornya kawasan Cijantung, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Ia menilai, Amerika Serikat juga berkepentingan agar Iran lebih lunak dalam kebijakan geopolitiknya, termasuk terkait keamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia.
“Amerika selama ini dikenal sebagai negara adidaya, namun konflik yang berlangsung membuat posisi tersebut mulai dipertanyakan. Iran dinilai mampu bertahan menghadapi tekanan militer Amerika dan Israel selama beberapa bulan terakhir,” katanya.
Prof Sutan Nasomal juga menyoroti kemungkinan terbentuknya poros kekuatan baru yang melibatkan Iran, China, Rusia, dan Korea Utara. Menurutnya, situasi global berpotensi semakin memanas apabila konflik terus berkembang.
“Dunia sedang berada dalam fase ketidakpastian besar. Jika perang terus bereskalasi, bukan tidak mungkin akan muncul konflik lebih luas yang berdampak pada ekonomi global,” ungkapnya.
Ia memperkirakan dampak perang telah menyebabkan kerugian hingga triliunan rupiah, termasuk meningkatnya harga energi dan kebutuhan pokok di berbagai negara.
“Kenaikan harga minyak dan energi dapat memicu krisis sosial di banyak negara. Pemerintah di berbagai belahan dunia harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat agar tidak terjadi gejolak sosial,” tambahnya.
Prof Sutan Nasomal menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menuju perubahan besar dalam sistem politik, ekonomi, dan hukum internasional.
“Dalam beberapa waktu ke depan, dunia akan menyaksikan arah baru tatanan global. Akan muncul sistem dan pola hubungan internasional yang berbeda dari sebelumnya,” tutupnya.
Narasumber:
Prof Dr Sutan Nasomal SH MH
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional
Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia
Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia
Call Center: 0877-1902-1960













