
KARAWANG | AYOVIRALKAN.COM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil. Kegiatan sosialisasi tersebut digelar bersama Anggota Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Gedung GOW, Jalan Panatayudha No. 9, Kelurahan Nagasari, Karawang, Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat memahami pentingnya asupan gizi seimbang guna menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, drg. Putih Sari menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia merupakan bagian penting dalam menyukseskan program nasional jangka panjang.
“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar program bantuan makanan, tetapi investasi besar negara untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Putih Sari.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan pola makan dan asupan gizi anak sejak usia dini.
“Anak-anak yang mendapatkan gizi cukup akan tumbuh lebih sehat dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik. Karena itu, peran keluarga sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini,” tambahnya.
Sementara itu, pihak BGN (Badan Gizi Nasional )menyampaikan bahwa edukasi mengenai gizi harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
Pada bulan ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 27.752 dapur yang tersebar di seluruh Indonesia dan berhasil menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh masyarakat, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Karawang.
(*/Red)















