ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen emosional Megawati Soekarnoputri pada 20 Oktober 1999 menjadi salah satu titik paling dramatis dalam sejarah politik Indonesia pasca-reformasi.
Sebagai pemenang Pemilu 1999, PDI-P meraih suara terbanyak. Namun dalam Sidang MPR, kursi presiden justru dimenangkan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, melalui dinamika koalisi politik yang kompleks.
Kekecewaan pun meluas.
Di jalanan, gejolak muncul.
Situasi sempat memanas, bahkan berpotensi mengancam stabilitas nasional.
Namun politik tidak berhenti di konflik.
Lewat komunikasi intens antara tokoh-tokoh kunci, termasuk peran Matori Abdul Djalil, jalan kompromi mulai terbuka. Meski sempat menolak karena mandat partai, Megawati akhirnya maju sebagai calon wakil presiden.
Pada 21 Oktober 1999, Mega resmi terpilih sebagai Wapres, mendampingi Gus Dur mengakhiri ketegangan politik yang sempat memuncak.
Dari air mata ke rekonsiliasi,
sejarah mencatat:
politik bisa memecah,
tapi juga bisa menyatukan kembali.
#sejarahbercerita
Penulis : Redaksi
Editor : Eka Saputra
















