Keprihatinan Prof Wilson Lalengke atas kasus pengeroyokan

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika para penjaga hukum menjadi arsitek ketidakadilan, ke mana lagi warga negara harus berpaling? Kali ini saya akan mengungkap kisah mengerikan tentang fenomena kriminalisasi, laporan polisi palsu, pengeroyokan di ruangan penyidik, dan jaringan korupsi yang menjangkau hingga ke jantung penegakan hukum di Polda Metro Jaya, yang melibatkan dua sahabat Fadh A Rafik dan Haji Faisal.

Video ini adalah bagian dari bantahan keras terhadap informasi dari kabid humas Polda Metro Jaya baru-baru ini tentang penanganan atas kasus pengeroyokan terhadap korban kriminalisasi Faisal bin Hartono yang terjadi di depan hidung polisi di ruang penyidikan Mapolda Metro Jaya. Dalam pernyataan persnya, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kasus pengeroyokan itu bermula dari penanganan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh korban pengeroyokan terhadap seorang wanita bernama Rully Indah Sari.

Baca Juga:  Dorong Keadilan Iklim dan Kepemimpinan Perempuan, Dialog ASEAN Angkat Pengalaman Aceh

Harus ditegaskan di sini bahwa diksi kekerasan seksual itu adalah sebuah terminology yang bertujuan untuk menyesatkan pikiran publik, seakan-akan telah terjadi peristiwa yang berhubungan dengan alat seksual lelaki dan wanita. Padahal, jika pun peristiwa itu benar terjadi, sebenarnya bukan kekerasan seksual tapi hanya perlakuan kurang pantas terhadap wanita, karena sesuai laporan polisi dari orang mengaku korban adalah terlapor menepuk bagian pantat si wanita pelapor itu. Jadi, peristiwanya bukan memeluk, menyentuh payudara, atau bagian seksual lainnya, apalagi melakukan hubungan seksual. Sama sekali bukan, dan sekali lagi, jika pun peristiwa itu benar terjadi. Faktanya kejadian itu tidak pernah ada.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS
Jangan Tutup Mata Terkait Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam
Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur
Ironi Aktivisme Kemanusiaan di Gaza: Menguji Logika dan Efektivitas Gerakan Jurnalis-Relawan Indonesia
Dampak rupiah melemah Presiden harus segera bertindak
Ironi Pembelaan Dewan Pers: Refleksi Hukum Internasional dan Sengkarut Kriminalisasi Jurnalis di Dalam Negeri
Prof. Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Minta Masyarakat Hati Hati Bermedia Sosial Bongkar Bahaya “Investigasi” Liar di Facebook!!
Jangan Bubarkan Pesta Babi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 04:52 WIB

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:50 WIB

Jangan Tutup Mata Terkait Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:46 WIB

Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:28 WIB

Ironi Aktivisme Kemanusiaan di Gaza: Menguji Logika dan Efektivitas Gerakan Jurnalis-Relawan Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:26 WIB

Dampak rupiah melemah Presiden harus segera bertindak

Berita Terbaru