Bupati Indramayu Bp.Lucky Hakim Hadiri Saat Demo KOMPI. (Pendopo Sudah Dipenuhi Para Penjilat)

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayoviralkan.Id – INDRAMAYU

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi unjuk rasa Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (30/4/2026), berubah menjadi luapan kemarahan terbuka. Massa yang datang dengan tuntutan serius justru tidak menemukan sosok bupati yang mereka cari.

Ketidakhadiran kepala daerah itu langsung memantik kekecewaan. Massa menilai absennya bupati bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan sikap yang dinilai menghindar dari tekanan publik.

Situasi semakin memanas ketika KOMPI melancarkan aksi simbolik yang tajam. Lima ekor biawak diserahkan sebagai “hadiah”, menyiratkan kritik keras terhadap kepemimpinan yang dianggap jauh dari rakyat.

 

Biawak tersebut bukan sekadar properti aksi. Hewan itu dijadikan simbol sindiran terhadap perilaku di lingkar kekuasaan yang dinilai penuh kepentingan dan loyalitas semu.

Koordinator Umum KOMPI, Hatta, tampil sebagai suara paling lantang dalam aksi tersebut. Ia secara terbuka menyasar lingkungan dalam pemerintahan yang disebutnya tidak sehat.

Baca Juga:  Kakek Lanjut Usia Di Daerah Indramayu Melakukan Tindak Asusila Anak Dibawah Umur.

 

“Sampaikan ke Bupati, itu binatang lidahnya panjang. Hati-hati, Pendopo sekarang dipenuhi penjilat!” teriak Hatta, disambut sorakan dan tepuk tangan massa yang semakin tersulut emosi.

 

Orasi itu mempertegas bahwa kemarahan massa bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal kepercayaan. KOMPI menilai ada jarak yang makin lebar antara penguasa dan masyarakat pesisir.

 

Selain kritik simbolik, massa juga membawa sejumlah tuntutan konkret terkait persoalan pesisir yang disebut belum ditangani serius oleh pemerintah daerah. Namun, tuntutan itu tak mendapatkan respons langsung.

 

Bagi para demonstran, kosongnya ruang dialog di Pendopo menjadi bukti bahwa aspirasi publik tidak diakomodasi. Mereka menilai pemerintah daerah gagal hadir di momen krusial.

 

Hingga aksi berakhir, tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Sikap diam ini justru memperkuat persepsi publik bahwa kritik keras yang disuarakan hari itu belum mendapat jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ayoviralkan.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

drg. Putih Sari: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Kunci Mewujudkan Indonesia Sehat
Sosialisasi JKN di Karawang, Putih Sari: Jangan Sampai BPJS Tidak Aktif Saat Darurat
Drg. Putih Sari Bersama Kemenkes RI Edukasi Warga Karawang tentang Pelayanan Kesehatan Rujukan
*RSUD Pasaman Barat Semakin Siap Layani Kebutuhan Medis Sesudah lumpuh* .
Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.
RSUD Jambak Pasaman Barat Dikeluhkan: Dokter Tidak Ada di Tempat dan Tata Kelola Dianggap Buruk.
Bupati Pasaman Barat “Yulianto SH, Lakukan Sidak Kedua Pabrik Kelapa Sawit Digunung Tuleh.
RANAH BUNDO BUKAN TEMPAT MENGHINA”,Saatnya Menuntut Pertanggung jawaban atas Pelecehan terhadap Marwah Minangkabau.
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:34 WIB

drg. Putih Sari: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Kunci Mewujudkan Indonesia Sehat

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:42 WIB

Sosialisasi JKN di Karawang, Putih Sari: Jangan Sampai BPJS Tidak Aktif Saat Darurat

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:22 WIB

Drg. Putih Sari Bersama Kemenkes RI Edukasi Warga Karawang tentang Pelayanan Kesehatan Rujukan

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:27 WIB

*RSUD Pasaman Barat Semakin Siap Layani Kebutuhan Medis Sesudah lumpuh* .

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Umum Padang Panjang–Bukittinggi.

Berita Terbaru